Apel Pagi dan Sore Jadi Rutinitas Mahasiswa Polman Negeri Babel di Bengkel Mekanik
Mahasiswa Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) kini memiliki rutinitas setiap kali mengikuti perkuliahan di gedung bengkel mekanik. Kegiatan belajar di bengkel wajib diawali dan diakhiri dengan apel, baik pada pagi maupun sore hari.
Apel ini dipimpin secara bergantian oleh dosen maupun Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP). Tujuannya jelas, agar kedisiplinan mahasiswa tetap terjaga selama menjalani perkuliahan.
Saat dikonfirmasi pada Jumat (22/8/2025), Kepala Jurusan Rekayasa Mesin, Dr. Ilham Ary Wahyudie, M.T., menjelaskan bahwa aturan apel ini sekaligus menjadi sarana untuk mencatat absensi mahasiswa, dengan adanya apel kita bisa mengetahui siapa yang hadir tepat waktu dan siapa yang tidak,” terangnya.
Lebih jauh, Ilham menegaskan kebijakan ini selaras dengan peraturan akademik Polman Babel agar mahasiswa harus dibiasakan dengan kedisiplinan sejak di bangku kuliah karena kelak mereka akan menghadapi dunia industri yang juga memiliki aturan tegas.
“Disiplin adalah budaya kerja di industri. Jadi, apel ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk pembiasaan bagi mahasiswa agar siap terjun ke dunia kerja setelah lulus,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Safety Talk sangat penting karena menjadi sarana untuk mengingatkan mahasiswa tentang potensi bahaya, meningkatkan kesadaran serta disiplin dalam menerapkan K3, sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja," ucapnya.
Bahkan, mahasiswa diingatkan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri, mengikuti prosedur kerja aman, serta menjaga kondisi lingkungan kerja tetap tertib dan selamat dan harus dilaksanakan secara rutin serta mampu menumbuhkan budaya kerja yang aman, meningkatkan produktivitas, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi K3," pungkasnya.
Senada dengan itu, salah satu dosen pemantau apel, Zaldy Suzen Sirwansyah, M.T., menilai kegiatan ini sangat bermanfaat menjadi sarana penguatan karakter, sekaligus membangun rasa kebersamaan di antara mahasiswa.
“Apel bukan hanya soal absensi, tapi juga membentuk sikap tanggung jawab, belajar menghargai waktu, aturan, dan kebersamaan,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan PLP, Agus Wanto, menyebutkan pihaknya bertugas memantau pelaksanaan apel setiap sore sekaligus mengecek kehadiran mahasiswa dan tidak ada toleransi bagi mahasiswa yang tidak hadir tanpa keterangan yang sudah ada di peraturan akademik.
“Jika ada yang melanggar aturan akademik, tentu akan ada sanksi. Bahkan bila perlu, kami akan memanggil orang tua mahasiswa yang terbukti sering absen tanpa alasan,” tegas Agus.
