Perluas Pasar, Polman Negeri Babel Bantu Kerajinan Tudung Saji Syahwa Craft Masuk Ekosistem Digital
Mendorong kerajinan lokal, Dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung bersama mahasiswa Program Studi Bisnis Digital melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menuju Kelompok Sentra Kerajinan Tudung Saji Syahwa Craft yang berlokasi di Desa Baturusa, Kabupaten Bangka, Jumat (25/09/2026)
Tim PkM Polman Babel Hendrik Ali, S.T., M.M., Septiana Shombing, S.E., M.Si., dan Ni Luh Eta Yuspita, S.Kel., M.Si., yang melibatkan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital menyerahkan akun toko online shop Syahwa Craft ke Kelompok Sentra Kerajinan Tudung Saji sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi digital masyarakat Desa Baturusa.
Selaku Dosen Polman Babel, Hendrik Ali., M.M.,Senin (28/09/2026) mengatakan kegiatan ini salah satu kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam penguatan pemasaran dan pengembangan usaha kerajinan berbasis potensi lokal," ucapnya.
Disisi lain, kelompok Sentra Kerajinan Tudung Saji Syahwa Craft yang berada di Desa Baturusa, Kabupaten Bangka, merupakan kelompok masyarakat yang mengembangkan berbagai produk kerajinan berbasis kreativitas dan potensi lokal yang dihasilkan antara lain tudung saji, kerajinan lidi, anyaman pandan, serta berbagai produk kerajinan lainnya," imbuhnya.

Sedangkan, keterlibatan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital dalam pembelajaran berbasis praktik agar memperoleh pengalaman dalam mengidentifikasi kebutuhan digital pelaku usaha, mengelola platform pemasaran, mengembangkan konten, serta merancang strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik produk dan target konsumen.
" Memberikan pengalaman mahasiswa Bisnis Digital dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan penyerahan akun toko online Syahwa Craft," pugkasnya.
Lanjutnya, kelompok pengrajin untuk memperluas jangkauan pemasaran produk memanfaatkan platform digital, produk kerajinan Syahwa Craft tidak seharusnya dipasarkan secara langsung di lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki peluang untuk menjangkau konsumen dari berbagai wilayah," tuturnya.
Di penghujung kegiatan, tim PkM Polman Babel memberikan pendampingan dalam proses transformasi digital, mulai dari pengelolaan toko online, pengunggahan produk, penyusunan informasi produk, pemanfaatan media sosial, pembuatan konten promosi, hingga penyusunan strategi pemasaran digital agar dapat membantu kelompok pengrajin Syahwa Craft mengelola pemasaran secara lebih mandiri sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk kerajinan lokal," Tandas Hendrik.
