Cerdas Kelola Limbah Organik, Tim Dosen Polman Negeri Babel Kembangkan Smart Composting Berbasis IoT dan AI
Gencar berbagi pengetahuan tim dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung berhasil mengimplementasikan sistem Smart Composting berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses monitoring dan kontrol fermentasi kompos organik secara lebih cerdas, terintegrasi, dan berbasis data, Jum'at (11/09/2026)
Tim pengembangan sistem ini diketuai oleh Indra Irawan, S.Kom., M.Kom., dengan anggota dosen Better Swengky, S.Kom., M.Kom. dan Peprizal, M.Pd.T. serta melibatkan mahasiswa Abimanyu Narendra Berlian A. dan Andreas mendapatkan dukungan pendanaan melalui Program Hibah Bima Kemenditisaintek Tahun 2026.
Saat ditemui Indra Irawan.,M.Kom., menjelaskan pengembangan sistem ini salah satu upaya dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengolahan limbah organik melalui integrasi teknologi sensor, Internet of Things, sistem kontrol otomatis, dan kecerdasan buatan dalam proses fermentasi kompos," ucapnya.
Melalui sistem yang dikembangkan, proses fermentasi kompos dapat dipantau secara real-time melalui pembacaan berbagai parameter yang berkaitan dengan kondisi proses pengomposan. Parameter tersebut meliputi suhu, kelembapan, tingkat keasaman (pH), serta konsentrasi karbon dioksida (CO₂)," terangnya.
Data hasil pembacaan sensor selanjutnya dikirimkan melalui teknologi Internet of Things dan ditampilkan pada sistem monitoring digital dan kondisi fermentasi kompos dapat diketahui secara lebih cepat, terukur, dan terdokumentasi dibandingkan dengan proses pemantauan yang sepenuhnya dilakukan secara manual," imbuhnya.

Selain itu, Smart Composting yang dikembangkan memiliki kemampuan untuk melakukan kontrol terhadap aktuator yang mendukung proses fermentasi kompos agar dapat memberikan respons terhadap perubahan kondisi parameter melalui pengaturan perangkat seperti kipas dan pengaduk, sesuai dengan logika dan kondisi yang telah ditetapkan dalam sistem," paparnya.
Bahkan, pengembangan sistem ini bertujuan untuk menghadirkan pendekatan teknologi yang dapat membantu proses pengomposan menjadi lebih terukur dan berbasis data sebab sistem Smart Composting ini, kondisi proses fermentasi dapat dipantau secara real-time.
" Sistem juga dikembangkan untuk memberikan respons terhadap perubahan kondisi melalui mekanisme kontrol aktuator sehingga proses monitoring dan pengendalian tidak hanya bergantung pada pengamatan manual,” bebernya
Sedangkan, penerapan Artificial Intelligence (AI) untuk melakukan analisis terhadap data hasil pembacaan sensor dalam berbagai parameter yang dikumpulkan selama proses fermentasi digunakan sebagai masukan bagi model kecerdasan buatan untuk menghasilkan prediksi terkait kondisi dan perkembangan tingkat kematangan kompos," tandasnya.

Diwaktu yang sama, Better Swengky, S.Kom., M.Kom., menuturkan integrasi teknologi IoT dan AI menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem Smart Composting karena membuka peluang penerapan pengomposan yang lebih modern dan berbasis data," pungkasnya.
Lanjutnya, Integrasi sensor, Internet of Things, dan Artificial Intelligence memungkinkan pembangunan sistem yang tidak hanya mampu mengumpulkan dan menampilkan data, tetapi juga melakukan analisis terhadap kondisi proses pengembangan teknologi pengomposan yang lebih adaptif,” ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Peprizal, M.Pd.T., menyebutkan untuk keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis dalam proses penelitian dan pengembangan solusi teknologi yang diterapkan untuk menjawab permasalahan nyata, khususnya pada bidang pertanian dan pengelolaan lingkungan," katanya.
Secara lebih luas, keberhasilan implementasi sistem Smart Composting mendorong pengembangan teknologi pertanian cerdas (smart agriculture) melalui pemanfaatan teknologi digital, Internet of Things, otomasi, dan kecerdasan buatan. Pengembangan sistem pengomposan yang lebih terukur dan berbasis data diharapkan dapat mendukung pengelolaan limbah organik secara lebih modern, efisien, dan berkelanjutan," tutupnya.
