Angkat Kompos Bangka, Tim Peneliti Polman Negeri Babel Kembangkan Media Augmented Reality Berbantuan QR Code
Melalui Program Penelitian Dosen Pemula (PDP), tim peneliti dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung mengembangkan media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbantuan QR Code yang mengangkat produk hilirisasi Kompos Bangka sebagai konteks pembelajaran pemasaran digital di sekolah Madrasah Aliyah (MA) Terpadu Bina Insan Cendikia Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (05/08/2026)
Tim penelitian dosen Polman Babel, Ummu Artha Tsary Rumalessin., M.Sc., Lusi Olis Vera., M.M. dan Putri Armelia Prayesi., M.Kom., serta melibatkan dua mahasiswa dari Program Studi Bisnis Digital dan Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak.
Ketua penelitian, Ummu Artha Tsary Rumalessin, S.Pd., M.Sc., menyampaikan bahwa pengembangan media tersebut berangkat dari permasalahan proses pembelajaran kewirausahaan di sekolah pada era digital saat ini sejatinya tidak cukup hanya berfokus tetapi bagaimana siswa menciptakan produk yang memiliki nilai jual saja, namun siswa juga perlu memahami bagaimana membangun branding dan identitas produk, merancang kemasan yang menarik, serta mengomunikasikan nilai produk di era digital” terangnya.
Setelah melakukan kegiatan implementasi penelitian, tim peneliti menyerahkan dua produk hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan dalam prose media pembelajaran pemasaran digital berbasis Augmented Reality melalui platform Assemblr Edu yang dapat diakses dengan melakukan pemindaian QR Code menggunakan smartphone.
" Konten pembelajaran akan muncul dalam bentuk visualisasi 3D, sehingga siswa tidak hanya membaca materi dalam bentuk teks, tetapi dapat melihat materi secara lebih visual, interaktif, dan menarik," ucapnya.

Tak hanya itu, media pembelajaran yang memperkenalkan siswa pada konsep branding, identitas produk, desain kemasan, komunikasi nilai produk, dan konsep dasar pemasaran digital yang dapat dipelajari melalui pemindaian barcode AR. Kedua, sebagai media informasi bagi konsumen, pembeli, maupun petani, sehingga mereka dapat mengakses informasi produk secara lebih detail melalui QR Code identitas produk," jelasnya.
Disisi lain, keunggulan penelitian dengan penggunaan produk kompos Bangka yang berasal dari hasil pengolahan limbah sawit sebagai konteks pembelajaran sekaligus pemanfaatan produk lokal dapat mempertemukan pembelajaran kewirausahaan dengan potensi ekonomi dan sumber daya yang terdapat di lingkungan sekitar siswa.
" Siswa dapat melihat produk yang berasal dari potensi lokal juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui branding, desain kemasan, dan pemasaran digital,” imbuhnya.
Lanjutnya, dengan semangat Projek Kewirausahaan dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang mendorong siswa untuk belajar melalui pengalaman menghasilkan karya yang memiliki relevansi dengan lingkungan dan kehidupan serta media pembelajaran yang dikembangkan juga dirancang agar dapat digunakan siswa secara mandiri. Dengan memanfaatkan QR Code, siswa dapat mengakses materi melalui media digital tanpa harus selalu bergantung pada penjelasan guru," tutupnya.
