Mahasiswa Polman Negeri Babel Pamerkan Inovasi Teknologi di Hadapan Bupati Bangka, Terkesan Luar Biasa
Mahasiswa Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung mempromosikan pengembangan teknologi melalui sejumlah produk inovasi berbasis dari tiga produk proyek akhir mahasiswa Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) di hadapan Bupati Kabupaten Bangka, Fery Insani, M.M., dan jajaran Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Babel di lantai 1 Gedung Kuliah, Rabu (29/07/2026).
Ketiga inovasi tersebut merupakan karya mahasiswa yang bernama monika mengembangkan solusi teknologi meliputi sistem deteksi penyakit lada berbasis Android menggunakan evaluasi komparatif varian YOLOv11, sistem identifikasi gulma pada tanaman jagung menggunakan algoritma YOLOv8n sebagai media pembelajaran digital mahasiswa pertanian oleh fatma lestari, serta pengembangan aplikasi Asri berbasis Android menggunakan metode Agile Scrum untuk sistem bank sampah terintegrasi di Bank Sampah Basayan Berseri oleh Adinda Islamaya dan Frizscha Audrey Nugraha.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kabupaten Bangka Fery Insani, M.M., melihat secara langsung demonstrasi dari hasil produk teknologi yang dikembangkan mahasiswa Polman Babel dalam memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.
Fery mengaku terkesan dengan berbagai inovasi yang diperkenalkan mahasiswa karena teknologi ini luar biasa jika memang dibutuhkan dan dapat diterapkan di lingkungan masyarakat yang membutuhkan.
" Apakah untuk membuat dan mengembangkan teknologi seperti ini membutuhkan waktu yang lama,” tanya Fery.

Sementara itu, dosen pembimbing mahasiswa Polman Babel kampus vokasi terbaik di Bangka Belitung, Riki Afriansyah, M.T., menjelaskan produk pertama dikembangkan untuk membantu mendeteksi penyakit tanaman lada berbasis citra daun agar upaya menangani permasalahan kesulitan deteksi penyakit yang selama ini dapat dialami di kawasan perkebunan," sebutnya.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna cukup memotret atau mengunggah gambar daun lada yang terindikasi berpenyakit karena sistem akan mendeteksi jenis penyakit sekaligus menyajikan informasi pendukung, seperti gejala, penyebab, langkah pengendalian, hingga identifikasi lanjutan yang dapat membantu pengguna memahami kondisi tanaman," paparnya.
Berbeda dengan inovasi pertama, produk kedua yang diberi nama Gulmaify dikembangkan untuk membantu proses identifikasi jenis gulma tanaman jagung dan proses mengenali jenis gulma sering kali membutuhkan berbagai referensi serta mahasiswa mengembangkan sebuah website berbasis algoritma YOLOv8n yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran digital bagi mahasiswa pertanian," akuinya.
Pengguna Gulmaify cukup mengunggah foto gulma untuk memperoleh hasil identifikasi terhadap lima jenis gulma yang telah dikembangkan dalam sistem. Selain memberikan informasi mengenai karakteristik dan cara pengendalian gulma, platform tersebut juga dilengkapi dengan fitur riwayat identifikasi, forum diskusi, serta lokasi penemuan gulma yang terintegrasi dalam satu platform," katanya.
Sementara itu, inovasi ketiga berupa aplikasi Asri dikembangkan untuk membantu masyarakat dan pengelola bank sampah dalam melakukan transaksi penyetoran sampah serta pencairan saldo nasabah secara lebih mudah dan terintegrasi yang dapat mengusung konsep tiga langkah sederhana BCL (Buka aplikasinya, Cek saldonya, dan Lakukan transaksinya).
Bahkan, aplikasi Asri didukung integrasi dengan timbangan berbasis Internet of Things (IoT) yang tersedia sejumlah fitur tambahan berupa edukasi mengenai pengelolaan sampah, riwayat transaksi, serta panduan penggunaan aplikasi.
" Sekaligus dapat mendukung digitalisasi pengelolaan bank sampah sekaligus meningkatkan kemudahan layanan bagi masyarakat," pungkasnya.
Dalam arahannya, seluruh produk yang dihasilkan mahasiswa merupakan kerja keras dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek akhir, tetapi memiliki potensi untuk diterapkan dan pencapaian yang bermotivasi untuk terus berinovasi, berkarya, dan mengembangkan solusi yang berdampak positif," ungkap Riki.
