UMKM Akhliya Snacks Terima Tiga Mesin Produksi dari Polman Negeri Babel melalui Program PKM
Dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat, dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna untuk UMKM Akhliya Snacks di Desa Air Ruai, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Kamis (23/07/2026).
Inisiatif ini melibatkan sejumlah dosen Polman Negeri Babel Yudi Oktriadi, M.Eng., Yuke Mareta Ariesta Sandra, M.Si., dan Yuliyanto, M.T., bersama mahasiswa bimbingan Ridho Alamsyah dan Daffa Farras Razzan dengan mendukung peningkatan kapasitas dan efisiensi proses produksi UMKM Akhliya Snacks.
Saat diminta keterangan, Kamis (30/07/2026) Ketua tim PKM Yudi Oktriadi, M.Eng., menjelaskan adapun peralatan yang diberikan meliputi mesin penggiling ikan, mesin pengemas plastik atau continuous sealer, serta mesin peniris minyak atau spinner, semuanya diharapkan dapat membantu mitra mengatasi berbagai kendala produksi yang selama ini dihadapi, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM," ucapnya.
Bagian terpenting mesin penggiling memiliki kapasitas produksi sekitar 30–40 kilogram per jam dengan daya 5,5 kW menggunakan motor bensin dan putaran 150 rpm. Mesin tersebut dapat dimanfaatkan untuk menggiling berbagai bahan, seperti daging, ikan, ubi, hingga biji-bijian dan mesin pengemas plastik continuous sealer memiliki kecepatan 0–12 meter per menit dengan daya 500 Watt dan pengaturan suhu 0–300 derajat Celsius, sehingga proses pengemasan produk dapat dilakukan secara kontinu dan lebih higienis.
"Sedangkan mesin peniris minyak atau spinner memiliki kapasitas sekitar 5 kilogram dalam satu kali proses dengan daya 1/2 HP atau 375 Watt yang digunakan untuk mengurangi kadar minyak berlebih pada produk setelah proses penggorengan," cakapnya.
Sementara itu, Yuliyanto, M.T., mengatakan berdasarkan hasil observasi lapangan, terdapat tiga permasalahan utama yang dihadapi mitra aspek produks dengan proses penggilingan ikan masih menggunakan mesin chopper berkapasitas sekitar 2 liter sehingga proses penghalusan bahan belum efisien dan membutuhkan waktu yang lebih lama dan kapasitas alat pengemas plastik yang digunakan mitra masih terbatas sehingga memperlambat proses pengemasan produk akhir," tuturnya.

Sedangkan proses penirisan setelah penggorengan masih menggunakan kertas roti yang kurang efektif dalam menyerap minyak bisa menyebabkan kadar minyak pada produk masih tinggi dan dapat mempercepat pertumbuhan jamur sehingga menurunkan masa simpan produk," imbuhnya.
Yuliyanto menyoroti sebelum penerapan teknologi tepat guna, kapasitas produksi UMKM Akhliya Snacks hanya berkisar 5–7,5 kilogram per hari dinilai belum mampu memenuhi permintaan pasar yang terus mengalami peningkatan sebab penerapan ketiga mesin harus mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mempercepat proses kerja mitra," tandasnya.
Selain dukungan peralatan produksi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga mencakup pendampingan manajemen usaha dan memberikan pelatihan pembukuan keuangan dan manajemen usaha kecil, serta menyerahkan spanduk usaha dan rak pajangan produk untuk membantu memperkuat identitas serta tampilan usaha mitra dengan salah satunya keterbatasan waktu mitra di tengah kesibukan menjalankan produksi harian membuat mitra belum dapat mengikuti pelatihan manajemen usaha secara penuh dan mitra diberikan modul pembukuan sederhana agar dapat dipelajari secara mandiri," ujarnya.
Yuliyanto menuturkan, penerapan teknologi tepat guna pada UMKM Akhliya Snacks memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas dan efisiensi produksi karena tiga unit mesin penggiling ikan berkapasitas 30–40 kilogram per jam, mesin pengemas plastik sistem kontinu, dan mesin peniris minyak, telah berhasil difabrikasi, diserahterimakan, serta dilatihkan penggunaannya kepada mitra.
"Selain itu, pendampingan manajemen usaha melalui pelatihan pembukuan keuangan dan manajemen usaha kecil, disertai penyerahan spanduk usaha dan rak pajangan produk, mendorong mitra mulai menerapkan pencatatan transaksi secara rutin sekaligus memperkuat identitas usaha," bebernya.
Atas terlaksananya kegiatan, ucapkan terima kasih ke Direktorat Penelitian, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat tahun anggaran 2026 untuk Polman Babel kampus terbaik vokasi di Bangka Belitung," sahutnya.
Tidak banyak komentar, pemilik UMKM Akhliya Snacks, Heliya, mengaku sangat terbantu dengan dukungan yang diberikan oleh tim dosen Polman Negeri Babel bantuan berupa berbagai mesin produksi tersebut akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menunjang kegiatan usaha sehari-hari mendorong peningkatan kualitas produk, kapasitas usaha," jawabnya.
