Melalui Pengabdian Masyarakat, Dosen Polman Negeri Babel Ajarkan Siswa SMK Negeri 1 Kelapa Olah Limbah Kulit Nanas
Upaya meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus keterampilan pengelolaan limbah organik terus dilakukan oleh dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung kampus vokasi terbaik di Bangka Belitung mengenai program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dosen Jurusan Elektro dan Industri Pertanian menggelar pelatihan pembuatan ecoenzyme berbahan baku limbah kulit nanas bagi siswa SMK Negeri 1 Kelapa, Rabu (10/06/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah dosen, Lesta, S.P., M.Si., Riski Meliya Ningsih, S.P., M.Si., Priestiani, S.P., M.P., Limartaida Siahaan, S.P., M.Sc., Badriyah, S.P., M.Si., dan Yuke Mareta Ariesta S., S.P., M.Si., serta didukung oleh dua mahasiswa, Ivaldi dan Muarto.
Saat dikonfirmasi Rabu (24/06/2026), salah satu dosen pelaksana, Limartaida Siahaan, S.P., M.Sc., mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bernilai guna sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai manfaat," sebutnya.
Limartaida menyebutkan limbah kulit nanas merupakan salah satu jenis limbah organik yang banyak dihasilkan dari aktivitas rumah tangga maupun usaha pengolahan buah, jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan," terangnya.
Lanjutnya, jika proses fermentasi sederhana, kulit nanas dapat diolah menjadi ecoenzyme yang memiliki beragam manfaat bisa digunakan sebagai pembersih alami, pupuk organik cair, hingga pendukung pengelolaan lingkungan yang lebih ramah," tutunya.
Dalam pelatihan ini, tim pengabdian memberikan materi mengenai permasalahan sampah organik, konsep pengelolaan limbah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pengenalan ecoenzyme sebagai alternatif pemanfaatan limbah organik yang mudah diterapkan di lingkungan sekitar," akuinya.

Tidak hanya penyampaian teori, peserta juga mendapatkan demonstrasi langsung pembuatan ecoenzyme berbahan kulit nanas dan persiapan bahan penentuan komposisi campuran, hingga teknik fermentasi yang benar diperagakan secara rinci oleh tim dosen dan mahasiswa.
" Langsung metode pembelajaran berbasis praktik, siswa dapat memahami setiap tahapan proses, mengenal fungsi masing-masing bahan, serta mempelajari cara fermentasi yang aman dan efektif sehingga pengalaman belajar menjadi lebih menarik," sorotnya.
Selain itu, hasil evaluasi pemahaman siswa mengenai pengelolaan limbah organik dan proses pembuatan ecoenzyme dapat memperoleh pengetahuan baru sehingga keterampilan dasar yang dapat diterapkan secara mandiri mewujudkan gaya hidup ramah lingkungan," katanya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Kelapa, Rizar, S.Si., menyambut baik dan mengaku senang kehadiran tim dosen Polma Babel yang telah berbagi ilmu untuk para siswa dalam pemahaman mengenai ecoenzyme sehingga bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara mengubah sampah organik menjadi produk yang berguna serta prinsip green living dapat mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya.
