Lewat Pengabdian, Dosen Polman Negeri Babel Dorong Minat Rekayasa Mesin di Kalangan Siswa SMK
Suasana Laboratorium CADCAM Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) tampak berbeda, Kamis (15/01/2026). Sejumlah siswa SMK Negeri 2 Sungailiat terlihat semangat mengikuti Pelatihan Dasar Autodesk Inventor dalam rangka Gerakan Edukasi Teknik yang digagas dosen Polman Babel.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa SMK untuk mengenal dunia desain teknik dan rekayasa mesin yang selama ini lebih banyak ditemui di lingkungan industri dan perguruan tinggi vokasi.
Sebanyak 18 siswa mengikuti pelatihan dengan pendampingan guru serta mahasiswa semester 3 Polman Babel yang terlibat dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk menciptakan interaksi belajar dan suasana dengan para peserta siswa.
Dua dosen Polman Babel, Herwandi, Ph.D. dan Adhe Anggry, M.T., hadir sebagai narasumber. Materi disampaikan secara bertahap, mulai dari pemahaman konsep dasar hingga praktik awal penggunaan perangkat lunak Autodesk Inventor.

Dalam sesi penyampaian materi, Herwandi, Ph.D. menjelaskan metode perancangan teknik yang sistematis, meliputi tahapan merencanakan, mengonsep, merancang, dan menyelesaikan desain. Pendekatan ini dikenalkan agar siswa terbiasa berpikir runtut dalam menyelesaikan persoalan teknik," ucapnya.
Herwandi menuturkan, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan bekal awal bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan perancangan di sekolah, sekaligus menumbuhkan ketertarikan melanjutkan studi di bidang teknik.
"Ingat kalian jangan pernah menyerah belajar yang penting niatkan untuk yang tidak bisa menjadi terbiasa," jelasnya.

Sementara itu, Adhe Anggry, M.T. menyebutkan pentingnya pemahaman konsep desain teknik dan perancangan mekanik. Ia juga membimbing peserta mengenal fungsi-fungsi dasar Autodesk Inventor yang banyak digunakan dalam proses desain komponen mesin." ungkapnya.
Menurut Adhe, pengenalan software desain sejak SMK akan membantu siswa beradaptasi lebih cepat dengan pembelajaran di perguruan tinggi vokasi, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi perkembangan teknologi industri manufaktur," imbuhnya.
Sedangkan, Guru pendamping SMK Negeri 2 Sungailiat, Luchy Sandra, mengungkapkan pelatihan yang diberikan dalam kegiatan ini membuka wawasan siswa mengenai dunia perkuliahan teknik yang selama ini belum banyak mereka kenal secara langsung," terangnya.
