Dosen Prodi TRPL Polman Negeri Babel Latih Siswa SMK Yapensu Buat Aplikasi Mobile Tanpa Coding
Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa pelatihan pembuatan aplikasi mobile tanpa coding. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XI DKV 1 SMK Yapensu Sungailiat pada Jumat (8/8/2025).
Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Indra Irawan, M.Kom., Bradika Almandin Wisesa, S.Kom., M.Kom., Putri Armilia Prayesy, M.Kom., Vivin Mahat Putri, M.Eng., dan M. Syafrizal Zain, M.Kom. Pelatihan dilaksanakan di laboratorium komputer sekolah dan diikuti oleh 36 siswa.
Ketua Tim Pengabdian, Indra Irawan, M.Kom., saat dikonfirmasi Selasa (12/8/2025) menjelaskan, pelatihan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan membuat aplikasi mobile tanpa coding. Selain itu, kegiatan ini juga mengasah kreativitas siswa melalui tantangan desain aplikasi yang menarik dan fungsional.
“Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung bagi siswa untuk membuat aplikasi yang dapat diinstal dan digunakan di perangkat pribadi. Fungsinya tidak hanya untuk transfer knowledge dan skill relevan dengan perkembangan teknologi informasi, tapi juga menumbuhkan semangat inovasi siswa,” terangnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini menjadi bekal awal bagi siswa untuk berani menciptakan karya digital yang bermanfaat dan keterampilan ini dapat mereka kembangkan, baik untuk kebutuhan sekolah maupun peluang usaha di masa depan,” sebutnya.
Dalam pelatihan ini, siswa menggunakan platform Glide Apps untuk membuat aplikasi mobile tanpa menulis kode program. Proyek yang dikerjakan berupa aplikasi kegiatan harian siswa yang dapat membantu mengatur dan mencatat aktivitas sehari-hari," tuturnya.
Sebagai bagian dari pembelajaran kreatif, siswa ditantang untuk merancang desain aplikasi sekreatif mungkin. Menariknya, hasil aplikasi dapat langsung diinstal pada ponsel masing-masing siswa, sehingga karya mereka bisa langsung digunakan, imbuhnya.
Anggota Tim, Vivin Mahat Putri, M.Eng., menyampaikan harapannya agar kreativitas siswa dari tantangan ini terus diasah. “Dengan keterampilan membuat aplikasi tanpa coding, mereka bisa lebih percaya diri menghadapi dunia kerja dan industri kreatif digital,” katanya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Yapensu Sungailiat, Sartono, S.E., S.Pd., mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai pelatihan ini sangat tepat untuk meningkatkan keterampilan digital siswa karena materinya mudah diikuti, aplikatif, dan hasilnya langsung bisa digunakan.
"Bahkan, sesi presentasi karya siswa, ada aplikasi menonjol karena memiliki desain kreatif dan fitur menarik, membuat para peserta semakin termotivasi untuk terus berinovasi di bidang teknologi digital," tutupnya.
