Hasil Penelitian Dosen Polman Negeri Babel, Uji Coba Kompos Organik Tingkatkan Produktivitas Sorgum dan Jagung
Tak henti-hentinya Dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung terus mendorong inovasi di bidang pertanian dengan melaksanakan Program Bestari Saintek 2026 terkait uji coba kompos organik tahap pertama pada tanaman sorgum dan jagung yang dilaksanakan di lahan pertanian Desa Kimak dan Desa Air Jangkang, Sabtu (18/07/2026).
Program yang dijalankan melibatkan tim dosen Polman Babel kampus terbaik vokasi di Bangka Belitung Mahmudin., M.Si., Hendrik Ali., M.M., Nur Khasanah., M.Si., Irwan., Ph.D., Dr. Ilham Ary Wahyudie., M.T.,Andyka, S.E. sekaligus bergabungnya dosen UBB Deni Pratama, M.Si., serta bekerja sama dengan UMKM startup Kompos Organik Anwar sebagai mitra dalam mendukung program penelitian.

Saat diwawancarai, Rabu (22/07/2026) Ketua Tim Program Bestari Saintek 2026, Mahmudin., M.Si., menjelaskan uji coba tahap pertama antara tim periset pemerintahan desa, dan mitra telah mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, mulai dari persiapan lahan, aplikasi kompos, hingga penanaman sesuai dengan prosedur penelitian yang telah ditetapkan," pungkasnya.
Disamping itu, hasil uji coba tahap pertama nantinya menjadi dasar bagi tim untuk melakukan pengamatan dan evaluasi terhadap pertumbuhan tanaman sorgum dan jagung karena hasil pengamatan digunakan sebagai bahan penyempurnaan metode aplikasi kompos organik pada tahapan penelitian berikutnya," jelasnya.

Langkah selanjutnya, apabila sudah ada keberhasilan tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim serta dukungan mitra yang telah menyediakan lahan sebagai lokasi penelitian Program Bestari Saintek 2026.
"Semoga uji coba tahap pertama ini memberikan hasil yang baik. Seluruh tim sudah berusaha maksimal, termasuk dukungan dari mitra yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan penelitian Program Bestari Saintek 2026," tandasnya.
Lebih lanjut, Program Bestari Saintek 2026 yang dilaksanakan tim dosen Polman Babel diharapkan mampu menghasilkan inovasi teknologi dalam pemanfaatan kompos organik yang efektif dan ramah lingkungan yang harus diterapkan oleh masyarakat serta memberikan kontribusi dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan secara berkelanjutan," ungkapnya.

Sementara itu, pengusaha UMKM Startup Kompos Organik Anwar menyambut baik pelaksanaan penelitian yang dilakukan dosen Polman Babel mendukung hal yang positif terkait tanaman sorgum dan jagung memiliki potensi serta manfaat yang besar bagi masyarakat," terangnya.
Hal ini, Saya pribadi banyak mendapatkan ilmu dan wawasan baru yang sebelumnya belum saya ketahui dari para dosen Polman Babel," kata Anwar.
