Edukasi Hijau, Dosen Polman Negeri Babel Latih Siswa SMA Negeri 1 Pemali Bertani Hidroponik
Dosen dari Program Studi Pertanian Presisi Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan hidroponik sederhana bagi siswa SMA Negeri 1 Pemali, Rabu (26/02/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.
Sebanyak 30 siswa dan beberapa guru SMA Negeri 1 Pemali antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung di ruang kelas sekolah. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori tentang hidroponik, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik bercocok tanam tanpa tanah yang efisien dan ramah lingkungan.

Tim dosen yang terlibat dalam pengabdian ini terdiri dari Mahmudin, S.P., M.Si., Dora Palupi, S.P., M.P., Helda Susianti, S.P., M.P., Yus Dwi Yanti, S.P., M.Si., Limartaida Siahaan, S.Agr., M.Sc., serta Riski Meliya Ningsih, S.P., M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa, Geby dan Darmawan Restu Sani, sebagai asisten pelatihan.
Mahmudin, S.P., M.Si., salah satu dosen yang hadir, menuturkan bahwa sosialisasi dan pelatihan hidroponik merupakan langkah penting dalam mengenalkan metode pertanian modern kepada siswa SMA, hidroponik adalah teknik bertani yang hemat air, tidak memerlukan lahan luas, dan sangat cocok diterapkan di lingkungan perkotaan," ujarnya saat ditemui pada Kamis (27/02/2025).
Ia juga mengomentari selain aspek pertanian, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu-isu lingkungan. Dengan hidroponik, kita bisa menghemat air hingga 90% dibandingkan pertanian konvensional. Ini membantu siswa memahami pentingnya efisiensi sumber daya dan keberlanjutan lingkungan," tambahnya.
"Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat siswa terhadap pertanian modern serta menginspirasi mereka untuk mengembangkan budidaya hidroponik di sekolah maupun di rumah," sebutnya.
Mahmudin mengungkapkan rasa syukurnya karena para siswa yang sebelumnya belum mengenal hidroponik kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang teknik bertani ini, dikarenakan selain sesi teori, pelatihan hidroponik juga melibatkan praktik langsung mulai dari persiapan alat dan bahan, proses penyemaian, hingga pembuatan nutrisi tanaman. Menariknya, siswa tidak hanya diajarkan cara menggunakan nutrisi hidroponik yang sudah jadi, tetapi juga diberikan keterampilan meracik nutrisi sendiri secara mandiri," ucapnya.
Mahmudin berharap ke depannya kerja sama dengan sekolah-sekolah dan komunitas lokal dapat terus diperluas agar lebih banyak siswa dan masyarakat yang mengenal serta menerapkan hidroponik. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya pertanian berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Pemali, Eflina, M.Pd., mengapresiasi kegiatan pengabdian yang dilakukan dosen Polman Babel. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi siswa dalam menambah wawasan serta keterampilan baru yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah," tuturnya.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap bisa terus bekerja sama dengan Polman Babel dalam program-program edukatif lainnya. Dengan adanya pelatihan ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan relevan dengan perkembangan zaman," pungkasnya.
