Mahasiswa Rekayasa Mesin Polman Negeri Babel Ikuti Sidang Proyek Akhir dan Magang
Suasana akademik di Jurusan Rekayasa Mesin Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung semakin semarak dengan pelaksanaan Sidang Proyek Akhir dan Sidang Magang yang digelar selama sepekan. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting yang wajib dilalui mahasiswa sebelum dinyatakan lulus dan mengikuti prosesi wisuda.
Sidang tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Jurusan Rekayasa Mesin. Tercatat sebanyak 57 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknik Mesin dan Manufaktur mengikuti Sidang Proyek Akhir, Program Studi Diploma III Teknik Perancangan Mekanik kurang lebih 50 orang mahasiswa serta Diploma III Perawatan dan Perbaikan Mesin 58 orang mahasiswa yang mempresentasikan hasil karya terbaik mereka di hadapan dosen penguji.

Selain sidang proyek akhir, mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur (TRPM) 14 orang mahasiswa mengikuti Sidang Magang sebagai pertanggungjawaban akademik atas pengalaman belajar selama menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai perusahaan mitra industri.
Terlihat mahasiswa tidak hanya memaparkan hasil proyek maupun laporan magang, tetapi juga diuji kemampuan analisis, penyelesaian masalah, hingga keterampilan komunikasi dalam menjelaskan proses kerja dan inovasi yang telah mereka lakukan selama menempuh pendidikan vokasi.
Saat dikonfirmasi, Selasa (15/07/2026) Ka. Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur (TRPM), Idiar, M.T.,menjelaskan sidang salah satu persyaratan wajib bagi mahasiswa sebelum mengikuti wisuda untuk memastikan kompetensi mahasiswa telah terukur selama menempuh perkuliahan, mereka telah dibekali pengetahuan dan keterampilan yang kini diuji secara menyeluruh sidang proyek akhir maupun sidang magang," ucapnya.

Untuk itu, sidang magang memiliki peran yang tidak kalah penting karena mahasiswa harus mampu dalam pemahaman terhadap pengalaman yang diperoleh selama menjalani Praktik Kerja Lapangan di dunia industri. Pengalaman tersebut kemudian dipresentasikan dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah di hadapan tim dosen penguji.
"Mahasiswa harus mampu menjelaskan kemampuan, keterampilan, serta ide yang mereka kembangkan selama mengerjakan proyek akhir maupun ketika melaksanakan PKL. Semua itu menjadi bagian dari penilaian kompetensi sebelum mereka dinyatakan lulus," terangnya.
Idiar menambahkan, pelaksanaan sidang akademik merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun di Polman Negeri Babel dalam menjaga mutu lulusan dan proses evaluasi yang ketat, kampus memastikan setiap mahasiswa memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Dengan terlaksananya Sidang Proyek Akhir dan Sidang Magang ini, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung perguruan tinggi vokasi terbaik di Bangka Belitung yang menghasilkan lulusan berkualitas agar berkontribusi pengembangan industri di Bangka Belitung maupun luar daerah," pungkasnya.
