Dosen Polman Negeri Babel Perkuat Ekowisata Digital Pantai Penyusuk Lewat Program PKM Pendampingan Masyarakat
Keindahan Pantai Penyusuk di Kecamatan Belinyu menyimpan potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bangka dengan potensi alam yang memikat itu membutuhkan tata kelola yang profesional serta dukungan teknologi digital agar mampu di tengah perkembangan industri pariwisata sehingga hadirnya tim dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung memberikan solusi program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Akselerasi Kemandirian Ekosistem Wisata Lokal melalui Pendampingan Berbasis Kemitraan dalam Pengembangan Ekowisata Digital di Pantai Penyusuk.
Program yang dimulai sejak, Sabtu (20/6/2026) tim dosen Polman Babel Indah Riezky Pratiwi, M.Pd., Sari Mubaroh, M.Pd., Muhammad Setya Pratama, M.Si., dan Novitasari, M.Pd. mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 , dengan melibatkan 35 peserta yang berasal dari anggota Hutan Kemasyarakatan (HKm), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, dan pemuda setempat.
Saat ditemui, Kamis (16/07/2026) Ketua Tim PKM, Indah Riezky Pratiwi, M.Pd., menjelaskan sebelum program dijalankan, pengelolaan Pantai Penyusuk masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari belum adanya struktur organisasi yang jelas, belum tersusunnya standar pelayanan wisata, hingga belum optimalnya pemanfaatan website sebagai media promosi dan pusat informasi destinasi karena pengelolaan yang baik menjadi kunci agar wisata dapat berkembang secara berkelanjutan," sebutnya.
Menjawab persoalan tersebut tim pengabdian melaksanakan rangkaian diskusi, pelatihan, praktik, dan pendampingan secara bertahap, Sabtu (11/07/2026), peserta mengikuti pelatihan mengenai pengemasan produk serta standarisasi layanan wisata berbasis digital optimalisasi website ekowisata untuk membekali peserta dengan kemampuan menyusun paket wisata, mengembangkan produk UMKM, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan," akuinya.

Selain itu, masyarakat harus berhasil menyusun paket wisata yang lebih terstruktur, lengkap dengan informasi kuliner lokal, jasa pemandu wisata, penyewaan fasilitas, hingga produk UMKM yang dapat dipromosikan melalui website dan disajikan secara sistematis sehingga lebih mudah diakses oleh wisatawan sebelum berkunjung ke Pantai Penyusuk," terangnya.
Sebagai pendampingan berkelanjutan, tim dosen menyerahkan template standar pengemasan produk dan layanan wisata berbasis digital. Template tersebut menjadi pedoman bagi pengelola dalam menyusun informasi produk yang lebih menarik, informatif, dan memiliki nilai jual lebih tinggi di era digital," imbuhnya.
Seiiring waktu pendampingan kemudian berlanjut, Sabtu (18/07/2026) fokus pelatihan optimalisasi pemasaran digital berbasis website, menyusun strategi promosi, membuat konten kreatif, serta memanfaatkan website sebagai pusat informasi destinasi wisata dan promosi produk UMKM paling sedikitnya lima konten promosi digital yang mampu memperluas jangkauan informasi kepada calon wisatawan.
"Program ini dirancang untuk membangun fondasi pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan dari penguatan kelembagaan, standarisasi produk dan layanan, hingga penguatan pemasaran digital dan masyarakat mampu mengelola dan mempromosikan potensi wisata secara mandiri sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas," ungkapnya.
Sedangkan Ketua Pokdarwis Pantai Penyusuk, Fitrawati menuturkan pendampingan yang diberikan tim dosen Polman Negeri Babel ke masyarakat kini memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pembagian tugas organisasi, standar pelayanan wisata, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai media promosi sehingga Pantai Penyusuk semakin dikenal wisatawan dan mampu menjadi destinasi ekowisata unggulan yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," bebernya.
Hal ini, sangat berterimakasih untuk dosen Polman Babel sebagai kampus vokasi terbaik di Bangka Belitung yang tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia unggul, tetapi juga menghadirkan inovasi dan pendampingan yang mampu mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal terkait Pantai Penyusuk agar tumbuh sebagai ikon ekowisata digital yang berkelanjutan, dan membanggakan Kabupaten Bangka," tutupnya.
