Monev Internal Bestari Saintek Evaluasi Riset Tim Dosen Polman Negeri Babel Pulihkan Lahan Bekas Tambang Timah
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung internal Program Bestari Saintek (Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi) terhadap penelitian Pemanfaatan Kompos Organik untuk Reklamasi Lahan Bekas Tambang Timah sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan di Bangka Belitung berlangsung di Gedung Kuliah Bersama lantai 2, Rabu (07/10/2026).
Penelitian ini diketuai Mahmudin, S.P., M.Si., dengan anggota periset Hendrik Ali, S.T., M.M., Nur Khasanah, S.P., M.Si., Irwan, S.ST., M.Sc., Ph.D., Deni Pratama, S.P., M.Si., Dr. Ilham Ary Wahyudie, S.S.T., M.T., dan Andyka, S.E. dan melibatkan mahasiswa Ahmad Desta Ardiansyah.
Program ini diinisiasi Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Dit. Minat Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), dengan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Dalam pelaksanaan monev, tiga reviewer dari unsur Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3KM), Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (P2MPP), serta Satuan Pengawas Internal (SPI) untuk melakukan evaluasi serta dihadiri sejumlah mitra, di antaranya Startup Kompos Organik ANW, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Gapoktan Kimak Bahrin Lestari, Gapoktan Sinar Abadi Desa Penyamun, dan PT Timah Agro Manunggal.

Saat diwawancarai, Ketua periset, Mahmudin, S.P., M.Si., menyebutkan monev internal ini untuk mendapatkan masukan secara objektif dari para reviewer mengenai pemanfaatan kompos, tetapi bagaimana teknologi dan inovasi yang dikembangkan dapat menjadi solusi dalam pemulihan lahan bekas tambang sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat," ucapnya.
Bahkan, kegiatan monev internal menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan penelitian berjalan sesuai target, luaran, dan indikator yang telah ditetapkan karena hasil evaluasi juga menjadi ruang bagi tim periset untuk memperoleh masukan serta rekomendasi dari reviewer guna memperkuat kualitas penelitian, keberlanjutan program, dan dampaknya bagi masyarakat.
" Semoga hasil monev yang di evaluasi reviewer sangat terbaik dan apabila ada kekurangan tetap direvisi bagian mana saja yang dilakukan, dan berbagai masukan dari reviewer menjadi bahan bagi tim periset untuk melakukan penyempurnaan, baik pada aspek teknis penelitian maupun strategi diseminasi dan pemanfaatan hasil riset." tandasnya.
Sementara itu, salah satu reviewer sekaligus Ketua P3KM, Indra Dwisaputra, S.ST., M.T., mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada laporan maupun luaran administratif sehingga penelitian perlu menghasilkan model atau metode yang dapat direplikasi oleh masyarakat dan mitra.
“ Dokumentasi proses, data hasil pengujian, serta strategi keberlanjutan perlu diperkuat sehingga dampak program dapat terlihat secara jelas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Indra menuturkan tim periset bersama reviewer dapat mengevaluasi capaian sekaligus menyusun perbaikan untuk pengembangan program ke depan agar penelitian tidak hanya dituntut menghasilkan pengetahuan dan inovasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi pemulihan lahan bekas tambang, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta penguatan ketahanan pangan di Bangka Belitung.
“ Harapannya, hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Hingga akhirnya, terselenggaranya monev ini dapat memastikan pelaksanaan penelitian berjalan sesuai target, luaran, serta indikator yang telah ditetapkan dengan mengevaluasi capaian penelitian menjadi ruang bagi tim periset untuk memperoleh masukan dan rekomendasi dari reviewer guna memperkuat kualitas penelitian, keberlanjutan program, serta dampaknya bagi masyarakat," Tutup Indra.
