Workshop IoT Polman Negeri Babel, Bikin Bank Sampah Karya Mandiri Makin Cerdas
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung yang diketuai Riki Afriansyah.,M.T. sukses menggelar lokakarya pemberdayaan masyarakat di Bank Sampah Karya Mandiri, Desa Karya Makmur, Kamis (31/08/2025). Kegiatan ini mengusung misi besar memodernisasi pengelolaan sampah melalui penerapan Internet of Things (IoT) dan memperkuat edukasi masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibimbing untuk mengelola sistem manajemen bank sampah berbasis IoT serta memanfaatkan platform digital seperti website dan media sosial untuk menyebarkan edukasi. Pendekatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga dan mengajak mereka aktif memilah serta mengelola sampah secara mandiri.
Penerapan sistem dilakukan langsung di lokasi dengan melibatkan nasabah yang menyetorkan sampah. Selain itu, tim PKM juga mensosialisasikan bahwa informasi terbaru Bank Sampah Karya Mandiri kini dapat diakses melalui situs resmi banksampahkaryamandiri.web.id dan https://banksampahkaryamandiri.web.id dan akun Instagram @BSKM\_Official.
Saat ditemui diruangnya, Senin (11/08/2025) Riki Afriansyah selaku ketua tim PKM, menegaskan bahwa program ini masih memiliki peluang pengembangan luas. Salah satunya adalah penelitian pendeteksi sampah berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu mengenali jenis sampah secara otomatis tanpa input manual," paparnya.
Tak hanya itu, inovasi lain yang direncanakan mencakup sistem pencarian lokasi sampah berbasis AI dengan bantuan drone, serta pengembangan robot pembersih sampah. Menurut Riki, terobosan-terobosan ini akan menjadi lompatan besar bagi pengelolaan sampah, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang modern, efisien, dan berkelanjutan. Melalui integrasi teknologi, kami ingin masyarakat semakin sadar pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah,” jelasnya.

Ketua Bank Sampah Karya Mandiri, Erliza, SE, menyambut menyambut baik penerapan teknologi ini, sangat terbantu dengan adanya sistem ini. Pengelolaan bank sampah menjadi lebih mudah, dan masyarakat bisa mendapatkan edukasi langsung dari website,” tuturnya.
Dengan mengusung tagline Ubah Sampah Menjadi Berkah, Bank Sampah Karya Mandiri ingin hadir sebagai solusi nyata bagi permasalahan limbah di desa. Masyarakat tidak hanya diajak membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mengubahnya menjadi nilai ekonomi yang bermanfaat," imbuhnya.
Erliza juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi modal penting untuk keberhasilan program" kesannya.
Dengan sinergi antara teknologi, edukasi, dan partisipasi masyarakat, Bank Sampah Karya Mandiri optimistis dapat menjadi model pengelolaan sampah yang bisa direplikasi di Desa Karya Makmur
"Suksesnya ini, akan memberikan refrerensi banyak desa yang mengadopsi konsep untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," Pintanya.
