Polman Negeri Babel Buka Peluang Riset dan Magang Lewat PKS dengan Usaha Lokal Candu Artisan Chocolate Artist
Di sela-sela kegiatan Students-e 2026, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung menerima kunjungan CEO Candu Artisan Chocolate Artist, Merinda Haris, bersama rekannya dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Rapat Direktur, Senin (12/10/2026).
Kedatangan Merinda Haris disambut langsung Direktur Polman Babel, I Made Andik Setiawan, Ph.D., beserta jajaran dalam mengembangkan teknologi produksi cokelat antara pengusaha dan pendidikan vokasi.
Saat diwawancarai, Merinda Haris menjelaskan pihaknya membutuhkan dukungan riset teknologi dari Polman Babel dalam pengembangan mesin produksi untuk menunjang usaha cokelat yang dijalankannya dan membuka peluang mahasiswa untuk melaksanakan program magang di Candu Artisan Chocolate Artist maupun Dosen Polman Babel bisa melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan usaha cokelat," sebutnya.

Selain itu, Merinda melihat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi perkebunan kakao yang menjanjikan dan ketertarikannya mengembangkan usaha cokelat telah dimulai sejak 2020 dan terus berlanjut hingga saat ini," imbuhnya.
Namun, salah satu kendala yang dihadapi dalam proses produksi adalah ketersediaan mesin karena selama ini mesin yang dibutuhkan masih bergantung produk impor sehingga diperlukan alternatif teknologi yang dapat dikembangkan secara lokal.
“ Sepengetahuan saya, Polman Babel memiliki kemampuan di bidang teknologi sehingga kami berharap bisa mencoba mengembangkan mesin produksi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Polman Babel, I Made Andik Setiawan, Ph.D., menyambut baik kerja sama antara perguruan tinggi vokasi dan pelaku usaha sebab peluang untuk menghasilkan penelitian terapan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“ Apalagi usaha cokelat ini memiliki peluang untuk dikembangkan karena produknya dinikmati berbagai kalangan, baik muda maupun tua dan Perguruan tinggi harus dekat dengan masyarakat dan mampu menghadirkan riset terapan di daerah, termasuk di Bangka Belitung,” pungkasnya.
I Made menambahkan, kerja sama ini sejalan dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat karena dosen dan mahasiswa harus dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi produksi sekaligus mendukung keberlanjutan usaha Candu Artisan Chocolate Artist," terangnya.
Ia berharap kerja sama ini dapat diwujudkan agar memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam pengembangan inovasi teknologi dan peningkatan kualitas usaha cokelat di Bangka Belitung," tutupnya.
