Teknologi Smart Solar Home Dryer, Dosen Polman Negeri Babel Dampingi Gapoktan Siap Makmur Tingkatkan Kualitas Pascapanen Kakao
Upaya meningkatkan kualitas biji kakao terus dilakukan melalui pengembangan teknologi pascapanen, dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Siap Makmur di Desa Pemali, Kabupaten Bangka, Rabu (7/10/2026) berfokus pengembangan Smart Solar Home Dryer, alat pengering biji kakao berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid.
Tim PkM dosen Jurusan Rekayasa Elektro dan Industri Pertanian, Peprizal, S.T., M.Pd.T. dan Lesta, S.P., M.Si., serta dosen Jurusan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Better Swengky, M.Kom. dan melibatkan mahasiswa Polman Babel.
Saat ditemui Senin (12/10/2026). Ketua Tim PkM, Peprizal, menjelaskan mengenai teknologi pascapanen inovasi teknologi pengeringan biji kakao agar petani diperkenalkan dengan Smart Solar Home Dryer yang dikembangkan sebagai salah satu solusi untuk membantu proses pengeringan biji kakao dan Solar Home Dryer yang diperkenalkan memiliki kapasitas hingga 8 kg," ucapnya.

Peprizal menuturkan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) antara tim PkM dan kelompok tani berdiskusi mengenai kondisi serta permasalahan yang dihadapi petani dalam proses pascapanen dari tahap pengeringan biji kakao yang bergantung pada kondisi lingkungan dan cuaca yang berubah-ubah.
" Agar mendapatkan simulasi penggunaan Solar Home Dryer dengan penjelasan beserta praktik secara langsung mengenai penggunaan alat tersebut sehingga petani dapat memahami penerapan teknologi dalam proses pengeringan biji kakao," pungkasnya.
Peprizal menambahkan peningkatan pengetahuan petani mengenai budidaya dan teknologi pascapanen perlu dilakukan secara berkelanjutan di tahap pengeringan sebab pemanfaatan Smart Solar Home Dryer dapat membantu mempermudah proses pengeringan, meningkatkan keteraturan proses, serta mengurangi risiko kegagalan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu," terangnya.
Ke depannya, pengembangan teknologi dan pendampingan petani perlu dilakukan pengembangan fitur pengendalian suhu, kelembapan, serta pemantauan data pengeringan secara real-time menjadi salah satu aspek yang dapat ditingkatkan agar proses pengeringan berlangsung lebih terkontrol dan mendukung kualitas biji kakao," tegasnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan anggota Gapoktan Siap Makmur, Dedi, menyambut baik kegiatan ini karena pengenalan teknologi pengering memberikan tambahan pengetahuan bagi petani dalam menangani hasil panen kakao," imbuhnya.
Oleh karena itu, pengetahuan baru mengenai proses pascapanen kakao yang diberikan tim dosen Polman Babel terkait Alat Solar Home Dryer yang diharapkan petani dapat membantu mengeringkan biji kakao dengan lebih mudah dan menghasilkan biji yang lebih baik,” ungkapnya.
