Dukung Kurikulum Berbasis Industri, Dosen Teknologi Budidaya Perikanan Polman Negeri Babel Benchmarking ke Perusahaan Perikanan
Dalam upaya menyiapkan lulusan yang siap kerja dan sesuai kebutuhan industri, dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung kampus terbaik di Bangka Belitung melakukan kunjungan industri selama dua hari, 19–20 Mei 2026, untuk mendukung penyusunan kurikulum Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan (TBP).
Kegiatan tersebut diikuti oleh dosen Polman Negeri Babel, Dewi Tumatul Aini, M.Si., dan Sidhiq Andriyanto, M.Kom., dengan mengunjungi dua perusahaan besar di sektor perikanan, PT Ikan Bangun Indonesia di Bogor serta PT Central Proteina Prima Tbk (CP Prima) di Jakarta.
Saat dikonfirmasi, Jumat (22/05/2026), Dewi Tumatul Aini, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut diisi dengan sesi diskusi, berbagi pengalaman, hingga mendengarkan masukan langsung dari pihak industri mengenai arah pengembangan kurikulum Prodi Teknologi Budidaya Perikanan Polman Negeri Babel dengan penyusunan kurikulum berbasis OBE, terutama mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri dan sangat terbuka untuk kerja sama berkelanjutan, penerimaan mahasiswa magang, baik dari Prodi Elektronika maupun Prodi Teknologi Budidaya Perikanan,” ucapnya.
Dewi menjelaskan pihak industri mengutamakan penguatan soft skill dan hard skill mahasisw,. Kemampuan komunikasi, disiplin kerja, adaptasi teknologi, serta kompetensi teknis menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu bersaing dengan profesional," tuturnya.

Tak hanya membuka peluang magang, perusahaan yang dikunjungi juga tidak menutup kemungkinan untuk merekrut lulusan Polman Negeri Babel sebagai bagian dari perusahaan, khususnya di sektor perikanan dan teknologi pendukung industri," sebutnya.
Lebih jauh, peluang ini yang dibahas tidak hanya terbatas dalam masalah kerja tetapi harus kerja sama berpotensi dikembangkan dalam penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebab keterlibatan praktisi industri sebagai dosen praktisi di Prodi TBP, pelaksanaan penelitian dan riset dosen, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“ Melihat adanya peluang besar untuk membangun kolaborasi jangka panjang. Industri sangat terbuka terhadap penguatan pembelajaran, riset, maupun pengabdian yang selaras dengan kebutuhan lapangan,” terangnya.
Lanjutnya, Melalui benchmarking ini berharap dapat memetakan kebutuhan DUDI terhadap lulusan Teknologi Budidaya Perikanan, kemudian menerjemahkannya ke dalam kurikulum dan capaian pembelajaran lulusan agar lulusan Prodi TBP ke depan mampu terserap langsun kerja yang relevan, sekaligus memperkuat dalam membuka penerimaan mahasiswa baru Prodi Teknologi Budidaya Perikanan tahun ini," tutupnya.
