Dosen Polman Negeri Babel Rumuskan Strategi Wisata Budaya Bangka Lewat FGD
Para Dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema Strategi Pengembangan Kampung Adat Gebong Memarong sebagai Objek Wisata Kearifan Lokal Berbasis Community-Based Tourism. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Adat Gebong Memarong, Kabupaten Bangka, Selasa (12/8/2025).
Tim yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain M. Galy Njoman Ari Pribowo, M.M., Syafrizal Zain, M.Kom., dan Redi Alamsyah, M.M. FGD menghadirkan berbagai pemangku kepentingan yang berperan penting dalam pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah, termasuk perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Alpian, selaku Bagian Promosi Pariwisata serta PT. Timah.
Saat dikonfirmasi, Rabu (23/08/2025)Ketua penelitian, M. Galy Njoman Ari Pribowo, M.M., saat ditemui pada Rabu (13/8/2025), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menggali dan merumuskan konsep pengembangan pariwisata yang berfokus pada peran aktif masyarakat.
“Kampung Adat Gebong Memarong memiliki kekayaan nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal yang sangat kuat. Melalui community-based tourism, kita tidak hanya menghadirkan destinasi wisata yang menarik, tetapi juga memastikan masyarakat menjadi pengelola, pelaku, sekaligus penerima manfaat utama dari kegiatan wisata,” ucapnya.
Selanjutnya, diwaktu konfirmasi yang sama, Perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Alpian angkat bicara menceritakan kampung adat gebong memarong memiliki keunikan sejarah dan budaya yang perlu dijaga. Ia menegaskan bahwa dengan pendekatan community-based tourism, masyarakat menjadi aktor utama dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan tersebut," sebutnya.
Sedangkan, sektor swasta pun turut mengemuka. PT Timah Tbk, Dyna menyatakan siap membantu pengembangan wisata berbasis masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur, pelatihan masyarakat, maupun promosi destinasi ke pasar yang lebih luas," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Gebong Memarong, Asih, mengungkapkan pentingnya mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas kampung dengan keberhasilan pengembangan wisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari keberlanjutan tradisi dan budaya.
“Wisata berbasis komunitas adalah jalan agar generasi mendatang tetap mengenal akar budaya mereka. Dengan dukungan masyarakat sekitar, kampung adat dapat lestari sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku UMKM,” tuturnya.
Bahkan, kegiatan ini yang didapat bisa meningkatan kapasitas masyarakat dalam pelayanan wisata, pengemasan produk budaya, pengembangan infrastruktur pendukung, hingga optimalisasi promosi digital dan sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengembangan Kampung Adat Gebong Memarong sebagai destinasi unggulan Bangka," kisahnya.
