Dosen Polman Negeri Babel Perkuat Pelatihan Perikanan Lewat Alat Monitoring Air Otomatis Berbasis IoT
Dalam rangka menguatkan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) melaksanakan pelatihan penggunaan dan perawatan peralatan budidaya perikanan modern. Kegiatan ini berlangsung di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Tiga Saudara, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tarakan Maju, Desa Air Ruay, Kabupaten Bangka, Kamis (07/08/2025).
Pada kesempatan ini, dosen yang terlibat meliputi Eko Sulistyo, M.T., Indra Dwisaputra, M.T., Dewi Tumatul Ainin, M.Si., Ocsirendi, M.T., Juanda, M.T., Harwadi, SST., M.Ed., Zanu Saputra, M.Tr.T., dan Ramli, Ph.D., serta dukungan tenaga PLP dan teknisi. Kolaborasi lintas keahlian ini memastikan pelatihan berjalan lancar dan berkualitas agar masyarakat khususnya pembudidaya ikan mendapat kesempatan mengenal dan mempraktikkan alat monitoring kualitas air yang dikembangkan tim peneliti Polman Babel. Teknologi tersebut dirancang untuk memudahkan pemantauan kondisi perairan agar hasil budidaya ikan semakin optimal.

Saat dikonfirmasi kembali, Selasa (30/09/2025) Ketua Tim Peneliti, Eko Sulistyo, M.T., menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga wujud nyata kontribusi kampus bagi masyarakat yang merasakan langsung manfaat inovasi kampus, sehingga teknologi tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan lapangan,” sebutnya.
Ia menambahkan, peralatan monitoring kualitas air ini mampu mendeteksi perubahan pH, kadar oksigen terlarut, dan temperatur. Data dapat dipantau secara real time, tersimpan di sistem cloud, serta bisa diunduh untuk analisis lebih lanjut. Dengan demikian, pembudidaya dapat mengambil keputusan lebih cepat demi menjaga kualitas budidaya ikan.
"Selain materi teori, kegiatan juga diisi dengan praktik operasional di lapangan. Para dosen bersama tenaga PLP dan teknisi mendampingi peserta dalam mengoperasikan alat, mulai dari instalasi, kalibrasi sensor, hingga pemeliharaan rutin. Pendekatan langsung ini membuat pelatihan terasa aplikatif dan mudah dipahami," ungkapnya.
Tak hanya itu, dihadiri berbagai pihak, antara lain perwakilan SMK Negeri 4 Pangkalpinang, Pokdakan Pinang Raya Desa Pinang Sebatang, Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, hingga penyuluh perikanan setempat. Diskusi yang terbangun membahas beragam isu, mulai dari biaya operasional, akurasi sensor, hingga strategi pemanfaatan kolong bekas tambang untuk budidaya ikan.
Menurut salah satu peserta, kehadiran teknologi monitoring kualitas air ini membuka wawasan baru. Selama ini kami mengandalkan pengalaman dan perkiraan, dengan alat ini hasil budidaya bisa lebih terukur dan efisien dan peserta terlihat jelas saat mencoba langsung alat di kolam budidaya," pungkasnya.

Sebagai penutup, Indra Dwisaputra.,M.T S salah satu tim peneliti secara simbolis menyerahkan peralatan monitoring kepada UPR Tiga Saudara, Pokdakan Tarakan Maju supaya teknologi tersebut dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kapasitas produksi ikan sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat.
"Semoga kegiatan ini bisa menjadi model pemanfaatan teknologi tepat guna. Dengan inovasi, kolong bekas tambang bisa disulap menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi bagi masyarakat,” pesan Indra.
