Awal Kuliah, Mahasiswa Prodi Bisnis Digital Polman Negeri Babel Langsung Belajar Pasar Modal
Hari pertama perkuliahan menjadi pengalaman berbeda bagi mahasiswa tingkat satu Program Studi Sarjana Terapan Bisnis Digital Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel). Mereka langsung mengikuti kegiatan Sekolah Pasar Modal yang digelar Galeri Investasi Syariah (GIS) Bursa Efek Indonesia (BEI) Polman Babel di aula kampus, Selasa (19/8/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah awal mahasiswa mengenal dunia pasar modal, bisnis, dan keuangan yang erat kaitannya dengan produk investasi. Sejak awal, mereka diperkenalkan pada konsep pengelolaan aset secara bijak agar bermanfaat di masa depan.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Bangka Belitung, Fahmi Alkahfi, S.Si., hadir sebagai narasumber utama. Ia memaparkan bahwa pasar modal merupakan tempat berbagai instrumen keuangan jangka panjang dengan tenor lebih dari satu tahun, seperti saham, obligasi, reksa dana, hingga instrumen derivatif.
“Pasar modal bukan hanya menjadi sarana pendanaan bagi perusahaan dan pemerintah, tetapi juga menjadi wahana investasi bagi masyarakat untuk mengelola harta agar berkembang dan memberikan hasil jangka panjang,” jelasnya.
Fahmi juga memaparkan sejumlah keuntungan berinvestasi, mulai dari menjaga nilai aset, menambah informasi terkini, hingga menjamin keamanan dana dengan pilihan instrumen investasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta tujuan keuangan masing-masing individu," jelasnya.
Selain itu, ia menegaskan peran penting pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan adanya pasar modal, kebutuhan pendanaan jangka panjang baik dari sektor swasta maupun pemerintah dapat terpenuhi dengan lebih efektif," pungkasnya.

Sementara itu, Pembina Galeri Investasi Syariah Polman Babel, Muhammad Setya Pratama, M.Si., menilai kegiatan ini sangat tepat diberikan sejak awal mahasiswa menempuh pendidikan.
“Pemahaman pasar modal perlu dikenalkan sejak dini agar mahasiswa memiliki wawasan finansial yang lebih luas,” terangnya.
Setya menambahkan, program ini juga sejalan dengan kampus dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki literasi keuangan yang baik.
“Dengan memahami pasar modal, mahasiswa bisa lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital,” sebutnya.
Ia berharap setelah kegiatan ini mahasiswa mampu melihat investasi sebagai bagian dari perencanaan masa depan, bukan sekadar aktivitas mencari keuntungan cepat. “Dengan bekal pemahaman ini, mereka diharapkan dapat menjadi generasi yang cerdas dalam mengelola keuangan,” tegas Setya.
