Sosialisasi Persiapan Kerja Industri, Jadi Bekal Mahasiswa Polman Negeri Babel Sebelum Wisuda
Menjelang prosesi wisuda, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) menyelenggarakan kegiatan pembekalan persiapan kerja Industri bagi mahasiswa tingkat akhir. yang berlangsung di aula kampus, Rabu (3/9/2025), dengan diikuti sekitar 313 mahasiswa.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dunia kerja industri yang akan dihadapi para lulusan. Pihak kampus menghadirkan dua narasumber dari kalangan dosen internal, yakni Harwadi, M.Ed., dan Anjaka Ray Gucchi, M.M.

Dalam pemaparannya, Harwadi mengingatkan mahasiswa bahwa perjalanan mencari pekerjaan di industri bukan perkara mudah dan dibutuhkan kesiapan mental, keterampilan, serta strategi agar ijazah yang dimiliki tidak hanya menjadi simbol, melainkan benar-benar bermanfaat," imbuhnya.
Selain itu, Harwadi pentingnya membangun etos kerja sejak di bangku kuliah. dunia industri lebih menghargai sikap profesional, kerja keras, dan kemampuan beradaptasi, ketimbang sekadar nilai akademik.
Ketika kalian lulus, harus sudah siap menghadapi dunia kerja. Gunakan ijazah dengan sebaik mungkin, jangan hanya jadi hiasan. Siapkan diri kalian sejak sekarang,” terangnya.
Sementara itu, Anjaka Ray Gucchi lebih menyoroti aspek teknis dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan kerja. Ia menyebut penyusunan curriculum vitae (CV) yang baik menjadi pintu pertama untuk melangkah ke tahap rekrutmen sebab identitas awal kalian di mata perusahaan. Buatlah dengan serius, tunjukkan pengalaman dan kemampuan yang relevan. Dari situ kalian bisa mendapat kesempatan mengikuti proses berikutnya,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Anjaka menyebutkan keterampilan menghadapi wawancara kerja harus baik karena banyak pencari kerja gagal bukan karena kurang kemampuan teknis, melainkan tidak mampu menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan terarah.
“Interview adalah momen krusial. Kalian harus tahu apa yang perlu dilakukan, bagaimana bersikap, dan cara menjawab pertanyaan secara lugas,” jelasnya

Sebagai penutup, kegiatan pembekalan ini juga diwarnai dengan pembagian hadiah kepada mahasiswa yang berani maju ke depan saat sesi tanya jawab. Cara ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi agar mahasiswa lebih aktif berinteraksi dan berani mengasah kemampuan komunikasi mereka.
