Mahasiswa Tingkat Akhir Polman Negeri Babel Ikuti Sertifikasi Kompetensi dan Profesi
Mahasiswa tingkat akhir Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) mengikuti kegiatan Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa (SKPM) yang berlangsung selama lima hari, mulai 11 hingga 16 Agustus 2025.
Peserta mahasiswa yang mengikuti kegiatan sebanyak 250 orang yang berasal dari berbagai program studi (Prodi), yakni Diploma IV Teknik Elektronika, Diploma IV Teknik Mesin dan Manufaktur, serta Diploma III Teknik Elektronika, Teknik Perancangan Mekanik, dan Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin serta melibatkan tim penguji assesor dosen internal Polman Babel.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polman Babel, Adhi Budiono, S.S.T., saat ditemui pada Senin (11/8/2025) menjelaskan bahwa sertifikasi ini menjadi langkah penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Ada sepuluh skema uji yang kami siapkan sesuai kompetensi masing-masing prodi,” jelasnya.
Untuk Prodi Diploma III Teknik Elektronika, skema uji yang dilaksanakan meliputi pemasangan instalasi listrik otomasi berbasis PLC dan non-PLC. Sementara itu, Prodi Diploma III Teknik Perancangan Mekanik memiliki skema penggambaran 3D dengan sistem CAD serta perancangan mekanik dengan sistem CAD 3D," terangnya.

Bahkan, pada Prodi Diploma III Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin, peserta mengikuti tiga skema, yaitu pengelasan SMAW (MMAW) satu, pengoperasian mesin bubut kompleks, serta pelaksanaan pemeliharaan mesin dan peralatan," ucapnya.
Sedangkan Prodi Diploma IV Teknik Mesin dan Manufaktur mencakup skema pengelasan SMAW (MMAW) dua, pengoperasian mesin frais kompleks, dan pemrograman mesin NC–CNC dasar. Semua skema ini dirancang untuk mengasah keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri terkini," sambungnya.
Adhi menambahkan, sertifikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengakuan kompetensi, tetapi juga sebagai bekal yang memperkuat posisi lulusan di pasar kerja.
“Dengan sertifikat ini, mahasiswa memiliki pembuktian formal yang diakui secara nasional,” akuinya.

Tak hanya itu, mahasiswa yang dinyatakan kompeten akan mendapatkan sertifikat resmi yang berlaku secara nasional. Sertifikat ini menjadi nilai tambah bagi lulusan, terutama saat melamar pekerjaan di sektor manufaktur, permesinan, dan teknologi," tuturnya
Kegiatan SKPM ini menjadi agenda rutin setiap tahun, dan pada 2025 diharapkan mampu meluluskan mahasiswa yang siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan studi.
“Ingin lulusan Polman Babel tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga bukti kompetensi yang terukur,” pungkas Adhi.
