Polman Negeri Babel Adakan Workshop untuk Akademisi Pahami Pendaftaran dan Perlindungan Tanaman
Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) sukses menggelar workshop pendaftaran dan perlindungan tanaman, khususnya varietas lokal dan hasil pemuliaan, Selasa (23/09/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kuliah Bersama (GKB) lantai 2 ini menghadirkan narasumber dari Universitas Bangka Belitung (UBB) dan UPTD PSMB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Workshop ini diikuti oleh dosen pertanian Polman Babel dan berlangsung hangat serta interaktif. Para peserta mendapat ruang untuk berdiskusi langsung dengan pakar, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya perlindungan varietas tanaman bagi ketahanan pangan dan pengembangan pertanian berkelanjutan di daerah.

Direktur Polman Babel, I Made Andik Setiawan, M.Eng., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya output nyata dari kegiatan ini. Workshop bukan sekadar seremonial, tapi harus ada hasil yang bisa memberikan dampak positif, baik untuk institusi maupun masyarakat,” sebutnya.
Lebih lanjut, I Made menerangkan agar seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya adanya narasumber dari para pakar dan instansi terkait, kita bisa memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberagaman varietas lokal
"Sehingga dapat mendorong hasil riset dosen maupun mahasiswa agar tidak berhenti di meja penelitian, tetapi benar-benar memberikan solusi di lapangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan Mutu Benih UPTD PSMB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hadori, S.TP., memaparkan materi mengenai syarat dan tata cara pendaftaran varietas tanaman hortikultura dan menjelaskan mekanisme pendaftaran varietas hortikultura tanaman buah yang menjadi perhatian utama dalam pengembangan sektor pertanian," ucapnya.
Hadori turut memperkenalkan platform digital SIGAP PBT yang dirancang untuk merevolusi layanan pengawasan dan sertifikasi benih tanaman.
"Dengan sistem ini, proses yang sebelumnya memakan waktu dan tenaga kini dapat dilakukan lebih cepat, transparan, dan efisien oleh produsen benih, penangkar, hingga petani," tuturnya.

Selain itu, Ketua Prodi Magister Ilmu Pertanian FPPK UBB, Prof. Dr. Eries Mustikarini, SP., M.Si., membawakan materi terkait perlindungan varietas tanaman (PVT) dan perizinan pertanian. Ia menjelaskan, varietas yang dapat didaftarkan untuk mendapat hak PVT harus memenuhi kriteria baru, unik, seragam, dan stabil," katanya.
Prof. Eries juga mengulas secara detail prosedur pendaftaran, baik untuk varietas lokal maupun hasil pemuliaan baru karena proses ini penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dengan beberapa memaparkan tahapan pemeriksaan substantif atau Uji BUSS (baru, unik, seragam, stabil) yang menjadi syarat utama pengajuan hak PVT," ungkapnya.
Selanjutnya, pemahaman mendalam mengenai regulasi, diharapkan para akademisi dan praktisi pertanian dapat mendorong inovasi sekaligus melindungi hasil riset dan budidaya lokal.
"Pemahaman itu tentang Hak PVT sebagaimana diatur dalam UU No. 29 Tahun 2000 dan Hak Paten sesuai UU No. 14 Tahun 2001 harus menjadi pegangan bersama sebab keduanya mempunyai instrumen hukum yang melindungi inovasi di bidang pertanian bukan hanya soal legalitas, tapi juga penghargaan atas karya dan jerih payah petani maupun peneliti,” pungkasnya.

Dengan adanya workshop ini, bukan hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga pijakan awal bagi Polman Babel untuk memperkuat kontribusi nyata di bidang pertanian, menjaga potensi lokal, serta terus mengembangkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta berkontribusi bagi kemandirian pangan dan agribisnis," tutupnya.
