Praktikum di Sawah Desa Kimak, Mahasiswa Polman Negeri Babel Dalami Teknologi Pertanian
Suasana sawah di Desa Kimak, Bangka, Selasa (27/5/2025), tampak berbeda dari biasanya. Puluhan mahasiswa sarjana terapan tingkat 1 semester genap dari Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) tampak sibuk mempelajari alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam kegiatan praktikum lapangan mata kuliah Ilmu dan Teknologi Pertanian.
Praktikum ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran pada Program Studi Pertanian Presisi, yang secara khusus dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman teknis dan keterampilan langsung di lapangan.

Dipandu oleh dosen dan dosen praktisi berpengalaman, mahasiswa mendapat kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan berbagai jenis alsintan di lahan sawah yang sesungguhnya.
Sejumlah dosen hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Mahmudin, S.P., M.Si, Rizki Meliya Ningsih, S.P., M.Si, Badriyah, S.P., M.Si, Lesta, S.P., M.Si, Yuke Mareta Ariesta Sandra, S.P., M.Si, serta Dosen Praktisi Indra Feriyanto, S.P. Kehadiran mereka menambah semangat mahasiswa dalam menyerap ilmu secara langsung dari para ahli di bidangnya.
Mahmudin, S.P., M.Si., selaku dosen Pertanian Presisi, menekankan bahwa praktikum ini bukan sekadar pelengkap teori, melainkan pengalaman belajar yang sangat berharga. Mahasiswa dapat memahami langsung cara kerja berbagai alat dan mesin pertanian. Ini penting untuk membentuk kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja yang menuntut keterampilan teknis," ucapnya.

Menurut Mahmudin, interaksi langsung dengan alat pertanian seperti traktor tangan, rice transplanter, dan cultivator, memungkinkan mahasiswa menghubungkan teori dengan praktik nyata.
"Mereka tidak hanya melihat cara kerja alat, tetapi juga dilibatkan dalam pengoperasian dan perawatannya secara langsung," imbuhnya.
Ia juga menambahkan, Dengan bimbingan dosen praktisi yang ahli di bidangnya, mahasiswa dapat bertanya, berdiskusi, dan belajar dari pengalaman lapangan. Praktikum ini meningkatkan pemahaman mereka terhadap efisiensi kerja di bidang pertanian dan membuka wawasan terhadap inovasi teknologi yang sedang berkembang.” jelasnya.

Senada dengan itu, Dosen Praktisi Indra Feriyanto, S.P., menyampaikan bahwa keterlibatan praktisi dalam kegiatan seperti ini sangat penting, memastikan mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa menghadapi situasi nyata di lapangan. Dunia pertanian saat ini semakin modern dan penuh tantangan,” katanya.
Indra juga menuturkan bahwa pemahaman mendalam terhadap alsintan akan menjadi modal besar bagi mahasiswa pertanian presisi.
“Dengan praktik langsung, mereka bisa lebih peka terhadap persoalan teknis dan mampu mencari solusi praktis. Ini sangat dibutuhkan di sektor pertanian masa depan,” tambahnya.

Sepanjang kegiatan Mahasiswa tak hanya mencatat dan mengamati, tetapi aktif mencoba setiap alat yang diperkenalkan yang berbasis praktik lapangan sangat efektif dalam mencetak lulusan yang siap pakai dan relevan dengan kebutuhan industri," sebutnya.
Dengan semangat belajar yang tinggi dan dukungan penuh dari para dosen, praktikum Alsintan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi baru yang mampu membawa perubahan positif di bidang pertanian melalui teknologi," tegasnya.
