Polman Negeri Babel Perkuat UMKM Lewat FGD, Dorong Hilirisasi dan Pemasaran Digital
Seiring berjalannya waktu Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) kampus terbaik di bangka belitung dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Hilirisasi Produk Melalui Kemitraan Berkelanjutan dalam Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Vokasi Tahun 2026 yang digelar di Novilla Boutique Resort, Selasa (28/04/2026).
FGD ini menjadi wadah penting bagi para pelaku usaha untuk saling berbagi pengalaman, strategi pemasaran, serta memperkuat jejaring kemitraan dalam menghadapi persaingan pasar digital yang semakin berkembang pesat.

Beberapa UMKM yang hadir Rusmiyadi dari Payung dengan produk Teh Pelawan, Rusina dari Batu Rusa melalui Shiena Handmade, Trisna Reza dari Syahwa Craft, Tri Sisca Febriyanti dengan Galeri Shesca, Shintia Suyoto melalui Nourbae, UMKM Tiga Merpati dari Pemali, hingga Minar Effendi dari Sungailiat dengan produk legendaris Kecap Kuda Terbang.
Selain para pelaku UMKM, kegiatan ini dihadiri Wakil Direktur I dan Wakil Direktur III Polman Babel beserta jajaran dosen dan para narasumber memberikan pemaparan materi Agusdianto Alfatih Group, Oscar Andreas dari Barokah Group, Venny Andriani dari Veni Bumbu, serta Sugia dari Teh Tayu.
Dalam sambutannya, Wakil Direktur III Polman Babel, Eko Sulisto, M.T., menjelaskan hilirisasi merupakan proses mengubah bahan mentah menjadi produk jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi karena tinggal bagaimana promosi dan pemasaran digitalnya terus diperkuat," sebutnya.

Selain itu, Eko menyoroti pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran digital yang efektif di era saat ini sebab perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara maksimal agar produk UMKM lokal mampu bersaing hingga pasar yang lebih luas.
“Perlu adanya tukar ide dan pengalaman promosi mengenai bagaimana peranan media sosial dalam pemasaran digital," tambahnya.
hal ini, Polman Babel tidak hanya fokus mendidik mahasiswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat dan mitra UMKM untuk berkembang dan mampu menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kreatif masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, salah satu UMKM Oscar Andreas dari Barokah Group memaparkan perkembangan produk kopi berlabel Kinikawa yang saat ini mulai populer di kalangan anak muda Pangkalpinang hingga Sungailiat yang menilai keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga keberanian memulai dan konsistensi dalam membangun branding produk.
“Kalau membuka usaha harus dijalankan dengan rasa senang dan cinta terhadap produk yang dibuat. Branding juga harus mulai ditetapkan sejak awal agar usaha memiliki identitas kuat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Sugia dari UMKM Teh Tayu membagikan perjalanan usahanya yang dirintis dari bawah hingga berkembang seperti sekarang karena resep Teh Tayu berasal dari warisan keluarga keturunan Tionghoa di Desa Tayu dan terus dipertahankan hingga kini.
" Oleh karena itu, pengalaman merintis usaha dari nol membuat pelaku usaha memahami setiap kekurangan dan kelebihan produk yang dimiliki," akuinya.
Tak hanya itu, Teh Tayu sendiri memiliki manfaat untuk membantu menjaga kesehatan, salah satunya dipercaya baik untuk penderita kolesterol,” ungkapnya.

Kemudian, disela waktu kegiatan disertai penandatanganan kerja sama antara Polman Babel dan pelaku UMKM agar diharapkan dapat membuka peluang kemitraan jangka panjang.
