Tak Hanya PPKMB, Mahasiswa Baru Polman Negeri Babel Dapat Penyuluhan Hukum dari Jaksa
Suasana berbeda terasa dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel), Kamis (07/08/2025). Ratusan mahasiswa baru mendapatkan bekal wawasan hukum langsung dari Kejaksaan Negeri Sungailiat dalam program Jaksa Masuk Kampus
Kegiatan yang digelar di aula kampus ini menghadirkan Novian Ardynata Setya, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Sungailiat. Ia memberikan penyuluhan hukum yang bertujuan menumbuhkan kesadaran hukum sejak dini kepada generasi muda, khususnya mahasiswa baru.
Dalam materinya, Novian menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga sadar dan taat hukum. Ia menyampaikan berbagai contoh kasus hukum yang melibatkan mahasiswa, seperti penyalahgunaan media sosial dan penyebaran hoaks.
"Mahasiswa adalah bagian dari masyarakat intelektual. Maka dari itu, penting bagi kalian untuk paham batasan hukum, apalagi di era digital seperti sekarang,” terangnya.
Ia juga menjelaskan berbagai peran jaksa di masyarakat, mulai dari penuntutan hingga pendampingan dalam kegiatan edukasi hukum.
“Kami tidak hanya hadir di ruang sidang, tapi juga di tengah masyarakat, termasuk di kampus seperti ini,” tambahnya.
Salah satu mahasiswa baru, Nayla Azzahra dari Program Studi Diploma III Elektronika, mengaku sangat terkesan dengan penyuluhan ini dalam penyampaian materi terasa ringan namun membuka wawasan baru.
"Awalnya saya pikir kegiatan hukum itu akan membosankan, ternyata seru dan membuka pandangan saya. Saya jadi lebih paham bagaimana hukum bekerja dan bagaimana kita sebagai mahasiswa bisa terjerat jika tidak hati-hati," ungkapnya.
Menariknya, Novian juga mengajak mahasiswa untuk aktif bertanya dan berdiskusi. Beberapa mahasiswa yang mengajukan pertanyaan bahkan mendapatkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi.
“Saya senang karena pertanyaan saya diapresiasi dengan hadiah. Tapi yang lebih penting, saya jadi berani bertanya dan berdiskusi soal hukum, sesuatu yang sebelumnya saya hindari,” ucap Nayla.
