Studi Lapangan ke PT. GML, Mahasiswa Polman Negeri Babel Dalami Pengolahan Limbah Sawit
Dosen dan mahasiswa Program Studi Pertanian Presisi Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) menggelar studi lapangan di PT. Gunung Maras Lestari (GML), Senin (19/05/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami pengolahan limbah industri kelapa sawit.

Sebanyak 30 mahasiswa didampingi oleh empat dosen, yakni Mahmudin, S.P., M.Si., Rizki Meliya Ningsih, S.P., M.Si., Badriyah, S.P., M.Si., dan Priestiani, S.P., M.Si. Mereka mengamati langsung berbagai proses pengelolaan limbah, mulai dari limbah padat, cair, hingga gas.
Saat ditemui pada Selasa (20/05/2025), Dosen Mahmudin menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini dalam menunjang pemahaman mahasiswa. Ini bagian dari proses pembelajaran yang krusial, karena mereka melihat langsung penerapan teori di lapangan, terutama dalam hal pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diajak menyusuri instalasi pengolahan limbah PT. GML. Mereka belajar mengenai teknologi kolam anaerobik, pemanfaatan biogas, hingga pengolahan limbah organik menjadi kompos yang berguna bagi perkebunan sekitar.
Mahmudin juga menekankan bahwa kunjungan ini menjadi momen penting untuk menanamkan nilai-nilai keberlanjutan kepada mahasiswa.
“Mereka tak hanya paham teori, tapi juga sadar akan tanggung jawab lingkungan dan bagaimana industri dapat menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.

Sementara itu, manajemen PT. GML turut menyambut baik kehadiran Polman Babel. Manager PT. GML, Dede, menyatakan bahwa pihaknya terbuka untuk kolaborasi edukatif semacam ini. Adanya kegiatan ini dapat berbagi praktik di lapangan antara Industri dan pendidikan harus berjalan beriringan untuk mencetak SDM yang kompeten dan peduli lingkungan,” katanya.
Dede menjelaskan bahwa PT. GML selama ini dalam pengelolaan limbah tetap mematuhi aturan ramah lingkungan. Mereka menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta teknologi yang efisien untuk menekan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para teknisi dan staf pengelola limbah. Hal ini memberikan wawasan nyata tentang tantangan dan inovasi yang dihadapi industri dalam mengelola limbah secara berkelanjutan.
“Pengelolaan limbah tidak sesederhana yang dibayangkan, tetapi juga menyangkut teknologi, kebijakan, dan kesadaran sosial.” pungkasnya.
Kegiatan studi lapangan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri, khususnya dalam bidang pertanian presisi dan pengelolaan limbah industri," ungkapnya.
