Irigasi Sawah, Jadi Media Belajar Mahasiswa Polman Negeri Babel di Desa Kemuja
Tim dosen dan mahasiswa Program Sarjana Terapan Pertanian Presisi Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) terjun langsung ke lapangan dalam kegiatan pengelolaan saluran irigasi sawah milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sejahtera di Desa Kemuja, Rabu (21/05/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik yang menjadi ciri khas pendidikan vokasi.
Empat dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Mahmudin, S.P., M.Si., Rizki Meliya Ningsih, S.P., M.Si., Badriyah, S.P., M.Si., dan Priestiani, S.P., M.Si. Mereka mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung bersama Ketua Gapoktan Sejahtera Desa Kemuja, Muhammad Zaidan, yang juga turut memberikan arahan di lapangan.
Mahmudin, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan mata kuliah yang diajarkan di kelas, terutama yang berkaitan dengan teknik irigasi, efisiensi penggunaan air, serta kaitannya dengan produktivitas pertanian.
"Ini adalah bentuk nyata dari pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik secara langsung," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami secara langsung bagaimana sistem irigasi dirancang, dioperasikan, dan dipelihara. Mereka juga dapat mengamati permasalahan riil yang dihadapi petani, seperti kerusakan saluran, distribusi air yang tidak merata, serta tantangan dalam menjaga ketersediaan air di musim kemarau.
"Pengalaman ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan," lanjut Mahmudin.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial dalam diri mahasiswa untuk merancang solusi yang aplikatif bagi masyarakat," sebutnya.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Sejahtera, Muhammad Zaidan, menyambut baik kehadiran tim dosen dan mahasiswa Polman Babel. Menurutnya, kegiatan ini membawa dampak positif bagi para petani, terutama dalam memperbaiki sistem pengairan yang sudah mulai menurun fungsinya.
“Kelompok kami merasa terbantu dengan adanya kunjungan ini, karena mahasiswa dan dosen tidak hanya mengamati, tetapi juga ikut memberikan masukan teknis untuk perbaikan saluran irigasi. Harapannya, kerja sama ini bisa terus berlanjut,” tutur Zaidan.

Zaidan juga berharap, kegiatan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih peduli pada sektor pertanian, khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi dan manajemen air yang lebih efisien dan Pertanian kita butuh inovasi dan dukungan dari kalangan akademisi," tegasnya.
