Penguatan HAM di Polman Negeri Babel, Mahasiswa Teknik Diajak Junjung Etika dan Integritas
Mahasiswa Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung kampus terbaik di Bangka Belitung mengikuti penguatan Penguatan Hak Asasi Manusia (HAM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di Gedung Aula Polman Babel, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat dan mendapat perhatian besar dari civitas akademika dengan kurang lebih 60 mahasiswa memenuhi aula untuk mengikuti materi yang disampaikan para narasumber terkait pentingnya HAM di pendidikan vokasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur I Polman Babel beserta jajaran dosen dan tenaga kependidikan untuk mendukung dalam membangun lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan nilai kemanusiaan.

Perwakilan Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia kantor wilayah Bangka Belitung, Anis Ratna Ningsih., M.Si., menegaskan pemahaman HAM sangat penting dimiliki mahasiswa teknik karena saat ini tidak hanya berbicara soal teknologi dan produksi, tetapi juga menyangkut etika kerja dan nilai kemanusiaan di lingkungan global," terangnya.
Anis menyoroti pentingnya budaya kerja yang menghargai keberagaman apabila seorang pemimpin industri bukan sekadar operator, melainkan sosok yang mampu menciptakan lingkungan kerja aman, menjunjung K3, dan bebas diskriminasi suku, agama, maupun latar belakang sosial.
" Dengan penerapan HAM di perguruan tinggi bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan investasi karier jangka panjang dan harus mampu menjaga martabat manusia di tengah perkembangan teknologi," apabila Mesin dan teknologi bisa dibeli dan dipelajari, tetapi integritas dan nilai kemanusiaan harus tumbuh dari diri sendiri. Itu yang membuat lulusan mampu dipercaya," ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Polman Babel sekaligus narasumber, Enggar Hero Istoto., M.En., menyampaikan materi mengenai HAM dalam pengelolaan energi dan sumber daya alam bumi, air, dan energi harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan penggunaan yang bijak dan berkelanjutan," ucapnya.
Tak hanya itu, Enggar menyinggung persoalan korupsi dan rendahnya penerimaan negara dari sektor pertambangan serta migas yang dinilai masih berada di bawah 10 persen dari PNBP dan pemborosan energi menjadi persoalan yang berdampak pada hak masyarakat luas," imbuhnya.

Pada sesi penutup, narasumber dari perguruan tinggi IAIN Babel, Rizki Anwar, menyebutkan HAM kini menjadi hard skill penting bagi seorang global engineer ketika lulusan Polman Babel harus mampu menghadirkan inovasi beretika melalui rantai pasok bebas eksploitasi dengan dukungan dashboard publik, data geospasial, dan akses perizinan yang terbuka," tegasnya.
