Dosen Polman Negeri Babel Serahkan Mesin Pemecah Jagung Kepada Kelompok Tani Telajan Ilir
MENDO BARAT - POLMANBABEL. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polmanbabel) membuat mesin pemecah jagung yang serahkan kepada kelompok Tani Telajan Ilir di Desa Petaling Banjar, Jumat(05/11).
Dosen Polmanbabel, Indra Dwisaputra, M.T dan Nanda Pranandita, M.T menyerahkan langsung mesin pemecah jagung ini kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok Tani Teladan Ilir.
Menurut Indra kelompok tani Telajan Ilir di Desa Petaling Banjar saat ini turut serta membantu program pemerintah dalam sektor pertanian yaitu budidaya jagung pipil..
“ Jagung pipil yg berada di pasaran sudah dikemas dalam satu tempat dengan ukuran yang berbeda sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti ukuran besar untuk induk ternak, ukuran sedang untuk ternak muda dan ukuran kecil untuk anak ternak “ papar Indra, (5/11).
Lanjutnya, pada saat hari panen tiba sering terkendala dengan sulitnya memasarkan hasil dari panen tersebut karena hanya menghasilkan jagung pipil ukuran besar sehingga peluang pemasaran dan nilai jual rendah.
Disamping itu proses pasca panen masih manual membuat kesulitan untuk membuat ukuran jagung sesuai kebutuhan serta membutuhkan waktu yang lama karena belum adanya alat atau teknologi pertanian yang mendukung proses tersebut.
“ Melihat situasi yang ada di kelompok tani Telajan Ilir hanya mampu menghasilkan prosuk jagung pipil ukuran besar, kami dari Polmanbabel tergerak membantu merancang teknologi tepat guna bagi petani jagung ini “ pungkas Indra.
“ Alat dan mesin pertanian ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan kerja dari proses pasca panen “ tambahnya.
Mesin penggiling jagung yang dibuat adalah mesin yang digunakan untuk menghancurkan ukuran hasil dari produk pipil menjadi beberapa ukuran sehingga dapat variasi produk dan nilai jual produk.
Indra mengungkapkan mesin yang berkapasitas hingga 60/kg per jam dengan penggerak motor bakar 6,5 Hp dirancang dan dirakit langsung oleh dosen Polmanbabel sebagai salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“ Harapan kami, adanya mesin ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat “ lanjutnya Indra.
Sementara itu, ketua kelompok tani Telajan Ilir Bapak Suhadi mengatakan mengucapkan terima kasih kepada Polmanbabel yang telah membantu masyarakat dengan mesin pemecah jagung.
Harapannya kepada masyarakat untuk lebih giat lagi menanam jagung, selain menanam padi, sawit dan lada karena ada potensi baru dengan menanam jagung.
“ Adanya alat ini petani sangat terbantu, terutama saat pasca panen karena sebelumnya proses olahan jagung dengan biaya sewa “ ujarnya. (rilis/oln)
