Polman Negeri Babel Kembangkan Teknologi Moulding, untuk Produk Ramah Lingkungan dan Bernilai Ekonomis
Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) terus berinovasi dengan teknologi terkini, kali ini menghadirkan gebrakan baru dalam dunia moulding untuk memproduksi pot kembang dan tutupan botol galon, Kamis (29/08/2024).
Inisiatif ini bukan hanya untuk mengasah keterampilan mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian lokal.
Lewat program ini, mahasiswa tidak hanya menjadi lebih terampil di bidangnya, tapi juga ikut berkontribusi dalam menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dalam mata kuliah praktek ini, mahasiswa teknik moulding mendapatkan pengalaman langsung mulai dari desain produk, pemilihan bahan, hingga proses pencetakan.
Pot kembang dan tutupan botol galon dipilih karena memiliki potensi besar di pasar dan bahan bakunya mudah didapat. Selain itu, produk ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan peluang untuk dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai desain inovatif.

Muhammad Yunus, M.T., salah satu dosen, menegaskan bahwa praktek ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa dalam teknologi moulding.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga berperan aktif dalam mengurangi limbah plastik dengan mendaur ulang material untuk mencetak pot dan tutupan botol,” ujarnya.
Menurut Yunus, langkah ini juga sejalan dengan upaya kampus untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek kegiatan akademik dan praktikal.
Mesin moulding yang digunakan saat ini sangat canggih, mampu memproduksi ratusan pot kembang dan tutupan botol galon dalam hitungan detik, menjadikannya pilihan tepat untuk memenuhi permintaan pasar yang sedang meningkat.
Selain itu, mesin ini juga hemat energi dan mampu memanfaatkan material daur ulang, yang semakin memperkuat kepedulian kampus Polman Babel terhadap keberlanjutan lingkungan.
Produk-produk ini juga diharapkan mendapat sambutan positif dari masyarakat karena kualitasnya yang unggul dan ramah lingkungan.
“Ke depannya, kami berharap program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk lebih kreatif dan menghasilkan produk-produk baru yang inovatif dan berguna,” tambah Yunus.
Mahasiswa juga didorong untuk melakukan riset pasar guna memahami tren dan kebutuhan konsumen, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya sekadar memenuhi standar kualitas, tetapi juga memiliki daya tarik komersial yang kuat.

Polman Babel juga berencana untuk terus mengembangkan program ini dengan berbagai produk lain berbasis teknologi moulding, dengan tujuan memperluas wawasan mahasiswa tentang aplikasi teknologi dalam dunia nyata dan meningkatkan keterampilan mereka untuk bersaing di industri.
“Kami terus berinovasi dan berkontribusi untuk masyarakat, sambil mengajarkan mahasiswa pentingnya teknologi berkelanjutan,” tegas Yunus dengan antusias.
Selain fokus pada teknologi moulding, Polman Babel juga menjajaki kemungkinan kolaborasi dengan industri lokal dan pemerintah daerah untuk memperluas jaringan pemasaran produk-produk inovatif ini.
"Hal ini, diharapkan hasil produk-produk mesin moulding dari mahasiswa Polman Babel bisa lebih dikenal luas dan menjadi solusi berkelanjutan untuk kebutuhan masyarakat," imbuhnya.
Dengan demikian, Polman Babel juga berencana mengadakan workshop terbuka bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh proses produksi dan potensi penggunaan produk-produk moulding ini dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya.
