SNITT 2025, Saatnya Mahasiswa Polman Negeri Babel Bersuara untuk Daerah
Gedung Aula Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) dipadati ratusan mahasiswa pada Rabu (2/7/2025), dalam gelaran Seminar Nasional Teknologi Terapan. Kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi para mahasiswa dan dosen untuk menggali serta mengembangkan potensi daerah melalui pendekatan teknologi tepat guna.
Acara yang diikuti oleh 515 mahasiswa aktif serta para dosen lintas program studi ini menghadirkan tiga narasumber kompeten di bidangnya, yakni Eko Sulistyo, M.T., Robert Napitupulu, M.T., dan Riki Afriansyah, M.T. Ketiganya membagikan wawasan dan pengalaman inovatif yang relevan dengan pembangunan daerah.

Seminar dibuka secara resmi oleh Direktur Polman Babel, I Made Andik Setiawan, Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menciptakan inovasi teknologi yang mampu menjawab tantangan riil di tengah masyarakat.
“Teknologi harus membumi dan menjadi solusi bagi masyarakat. Di sinilah peran mahasiswa sangat dibutuhkan,” katanya.

Materi pertama disampaikan oleh Eko Sulistyo, M.T., yang mengangkat tema “Strategi Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung”. Ia mengulas penguatan sektor-sektor unggulan seperti pertambangan timah, perikanan laut dan air tawar, pariwisata bahari, pertanian, perkebunan, serta UMKM berbasis lokalitas.
“Kekayaan sumber daya alam Bangka Belitung tidak akan maksimal tanpa dukungan inovasi. Inilah saatnya generasi muda mengambil peran strategis dalam pengembangan daerah,” tegas Eko.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Robert Napitupulu, M.T., yang memaparkan inovasi teknologi tepat guna dalam produksi rokok non-nikotin dari daun talas keladi bening. Inovasi ini telah diterapkan di UKM Pasti Sukses, Kabupaten Bangka, sebagai solusi atas keterbatasan produksi manual.
“Dulu, proses produksi dilakukan secara manual dan memakan waktu. Kini, dengan hadirnya mesin pelinting otomatis, produksi meningkat signifikan dan hasilnya jauh lebih konsisten, mesin tersebut merupakan hasil pengembangan riset yang memadukan efisiensi dan keberlanjutan," jelasnya.
Robert menambahkan bahwa riset akan terus berlanjut, terutama dalam menciptakan variasi rasa yang diminati pasar. Upaya ini bertujuan untuk memperluas segmen konsumen dan meningkatkan daya saing produk lokal yang ramah lingkungan," ucapnya.

Menutup sesi seminar, Riki Afriansyah, M.T., membawakan materi tentang pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) pada sistem manajemen bank sampah. Menurutnya, digitalisasi pengelolaan sampah mampu menciptakan efisiensi dan transparansi dalam proses daur ulang.
Riki memaparkan pemberdayaan potensi daerah melalui teknologi bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang harus dimulai dari lingkungan kampus.
“Mahasiswa jangan hanya jadi penonton, tapi juga penggerak perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
